Friday, January 3, 2014

Mengenal pemograman berorientasi objek di PHP

Pemograman berorientasi objek atau Object Oriented  Programing (OOP) adalah sebuah cara untuk membangun aplikasi / sistem dengan menggunakan beberapa objek yang akan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. di dalam OOP terdapat istilah class dan objek, class adalah blueprint / rancangan / sketsa, atau kerangka dari sebuah objek. Sebelum kita dapat membuat sebuah objek, kita harus membuat rancangan dari objek tersebut (class) terlebih dahulu. di dalam class terdapat properties dan method. Properties dapat di artikan sebagai atribut/ hal-hal yang akan dimiliki oleh objek dari class tersebut. Sedangkan method adalah kumpulan fungsi / function yang akan memberikan aksi atau tindakan yang dapat dilakukan oleh objek dari class tersebut.

objek adalah sesuatu yang memiliki satu/lebih macam aksi yang dapat dilakukannya. Salah satu contoh objek adalah sebuah mobil yang memiliki merek Toyota Alphard. mobil tersebut memiliki atribut / properties beroda 4, berwarna hitam, bahan bakar bensin, harga 500 juta, plat nomor E1234 Z. dan mobil tersebut juga memiliki method berjalan, belok, berhenti, dll.


Untuk memudahkan pemahaman, Saya akan contohkan pada struktur OOP di pemograman php.

class kendaraan
 {
//properties
jumlah roda
merek
warna
bahan bakar
harga

//fungsi (method)
fungsi warnai mobil
fungsi jalankan mobil
fungsi belok kanan
fungsi belok kiri
fungsi berhenti
}

objek mobil1

Misalkan kita membuat sebuah objek mobil1 dan sebuah class kendaraan. dengan class kendaraan kita bisa melakukan sesuatu pada objek mobil tersebut.

seperti terlihat pada struktur class kendaraan di atas, didalam class kendaraan terdapat beberapa properties dan beberapa fungsi. propertis jumlah roda, merek, warna, bahan bakar, dan harga adalah variabel di dalam class yang nantinya bisa di pergunakan oleh fungsi-fungsi / method di dalamnya. Method-method tersebut nantinya berfungsi untuk memodifikasi / mempengarusi suatu objek, misalnya method warnai mobil berfungsi untuk mewarnai objek mobil, method jalankan mobil berfungsi untuk menjalankan mobil, dan begitu seterusnya. Karena OOP begitu fleksibel maka OOP sering diterapkan dalam aplikasi-aplikasi berskala besar ataupun dalam pembuatan program-program game.

Contoh script php sederhana yang menggunakan style OOP adalah sebagai berikut :

<?php
  class kendaraan
  {
    //properties
 var $jumlahRoda;
 var $merek;
 var $warna;
 var $bahanBakar;
 var $harga;
 
 //method
 function statusHarga()
 {
   if($this->harga < 120000000) {
     echo 'Murah';
   } else {
     echo 'Mahal';
   }
 }
 
 function bacaMerek()
 {
   echo $this->merek;
 }
  }
  
  //proses instantisasi
  $mobil1 = new kendaraan();
  
  //setting properties
  $mobil1->harga = 500000000;
  $mobil1->merek = 'Toyota Alphard';
  
  //menjalankan method
  $mobil1->bacamerek();
  echo "</br>";
  $mobil1->statusHarga();
?>
Pada script di atas terdapat tag $this-> yang berfungsi untuk mengakses variabel di dalam ruang lingkup class, kemudian method statusHarga berfungsi untuk menentukan apakah objek mobil1 termasuk mahal atau murah, dan method bacaMerek berfungsi untuk menampilkan merek yang dimiliki objek mobil1

proses instantisasi berfungsi untuk memasukan objek mobil1 kedalam kategori class kendaraan
setting properties berfungsi untuk mengisi properies dalam class kendaraan sesuai dengan kebutuhan kita
sebenarnya ada yang lebih mudah dalam proses setting properties yaitu dengan menggunakan construct yang akan di jelaskan di posting yang terpisah.

Jika berhasil maka hasilnya adalah seperti gambar di bawah


Sekian penjelasan Saya mengenai OOP di php, semoga bisa Anda mengerti dengan apa yang saya jelaskan di atas.